Aku bukan sang yang tampil gagah saban pagi dengan senyum cemerlang menyambutmu Aku bukan sang yang diam di kursi berpangku diri menunggumu Aku bukan sang yang senantiasa sedia berjalan bersisian denganmu Aku bukan sang yang berkoar-koar meneriakkan rindu ketika sekelabat saja kamu tak kutemukan Aku bukan sang yang jumpalitan mencari hati ketika malam bercengkerama dengan purnama Ini aku Hanya aku yang mencintai tanpa puisi Memberi sayang dalam selipan Menyuarakan rindu serta menyemat wajahmu dalam doa-doa Ini aku Hanya aku yang menginginkanmu tapi takut membuatmu tak bahagia Pada suatu pagi di sutu tempat bernama rindu
Tulisan merupakan bukti bahwa kita pernah hidup