Langsung ke konten utama

Padahal Baru Sehari..


Rasanya aneh, sebab tiba-tiba tidak ada lagi kamu yang kudapati sedang di depan laptop setiap pagi, menonton kartun kesukaanmu atau sedang sibuk mengerjakan banyak hal. Atau mendapatimu masih tidur padahal hari telah siang sebab kamu begadang semalaman.

Rasanya aneh, tidak ada lagi kelabatmu di koridor jurusan. Tiba-tiba orang lain yang mengantarku pulang. Tiba-tiba tidak ada lagi ketukan sandal di sebelah kananku setiap kali berjalan. Tiba-tiba tidak ada lagi yang datang seenaknya meminum air di gelasku. Aku juga selalu kesulitan menghabiskan makanan sendirian. Sekarang yang menjadi penyangga hati tinggal beberapa lembar kertas dan pesan singkat.

Rasanya aneh, tiba-tiba harus mengantarmu pergi untuk waktu yang lama. Banyak sekali yang ingin kukatakan di 29 menit sebelum kamu berangkat, tetapi dengan risiko menangis yang besar juga. Jadinya malah 29 menit yang singkat itu berlalu dalam diam. Bahkan kamu masih sempat-sempatnya ketiduran.

Aku bukannya manja, hanya saja setiap orang punya proses yang berbeda-beda untuk bisa membiasakan diri.

Padahal baru sehari..

Makassar, 02 Juni 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Presiden BEM KEMA FAPERTA UH, Dari Manaki'?

Sore di himpunan, barusan dapat kabar dari salah satu adik angkatan yang setiap datang ke himpunan pasti selalu bawa surat, Viona namanya. Katanya Presiden BEM kita baru saja datang. Entah, beliau dari mana saja. Setelah nyaris dua minggu menghilang dari peredaran, meninggalkan sekretariat BEM yang sedang direnovasi, dan seabrek kegiatan penting lembaga. Betapa sering kami mempertanyakan kehadirannya minggu-minggu belakangan ini. Sebab di beberapa kesempatan, beliau selalu diwakilkan oleh wapresnya untuk memberi sambutan pada kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan himpunan-himpunan di Fakultas Pertanian. Tak terhitung berapa kali kegiatan yang tak 'sempat' beliau hadiri (atau memang tak pernah menyempatkan diri?) di himpunan saya sendiri tak pernah sekalipun kegiatan kami yang beliau tampil memberikan sambutan. Rasanya percuma menulis surat 'Kepada Yth. Presiden BEM KEMA FAPERTA UH ', sementara yang selalu hadir adalah wakilnya. Kenapa tak sekalian langsung mengundang Wak...

Kamu tahu nggak, sih?

Kamu tahu? Tidak ada wanita di dunia ini yang cukup sanggup untuk tidak menuntut status dan kejelasan. Karena dia harus memutuskan pada siapa hatinya yang satu dijatuhkan. Kamu tahu tidak? Setiap kali kamu bercanda soal 'kita', ada sejenis perasaan yang belum kudefenisikan muncul. Dadaku tiba-tiba nyeri, seluruh tubuhku nyeri. Seperti ada sesuatu yang kau ambil dariku. Aku sakit hati, tapi tidak tahu karena apa. Kamu tahu kan, kalau aku tidak pernah cukup mampu untuk mengutarakan perasaan lewat kata. Cuma nyaman mengutarakan segalanya dalam tulisan. Kalau aku diam ketika kau 'candai', boleh jadi saat itu aku sedang berjuang menguatkan diri, biar tak jatuh terduduk saking sakitnya. Ramsis, 14 Mei 2015

Kesalahan Terbesar Saya Ialah Karena Tulisan Saya Jelek

Oleh: Fatmawati Liliasari Nyaris tiga tahun saya jadi mahasiswa, enam kali sudah merasakan deg-degan menanti nilai muncul satu persatu di portal akademik. Tiga tahun! Tapi tidak pernah sekalipun saya mempermasalahkan apalagi menyesali nilai B, atau C sekalian. Saya beranggapan, berapapun nilainya, itulah pencapaian terbaik yang kita raih dari proses belajar kita selama satu semester. Tidak ada yang lebih patut dilakukan selain menerima dengan lapang dada, sembari terus-menerus memperbaiki diri. Sayangnya, ‘penerimaanku’ terhadap nilai menjadi berbalik sejak tadi sore, ketika kudengar salah seorang teman bertutur bahwa penilaian salah seorang dosen pertama-tama didasarkan pada bagus tidaknya tulisan kita. Yang artinya biarpun jawaban yang kau tulis bagus dan benar tapi tulisanmu jelek, maka nilaimu tidak akan lebih tinggi daripada temanmu yang tulisannya indah meskipun jawabannya asal-asalan, bahkan didapatkan dari usaha yang tidak jujur. Saya sedih, bukan semata-mata karen...