Langsung ke konten utama

Postingan

HUJAN #3

Fajar Belum lagi menyingsing Kala hujan mengguyur gubuk sempitnya Lalu dia bergumam dalam tidurnya “Tuhan, tumpahkan saja semua hujanmu sebelum pagi.” Fajar Entah dimana ia bersembunyi Azan subuh telah berkumandang tapi langit masih tampak kelabu Hujan masih enggan pergi Kudengar lagi ia berdoa di penghujung sholatnya “Tuhan, bukan aku tidak bersyukur. Tapi tangguhkanlah hujanmu sampai aku tiba di sekolah, aku tidak punya payung Tuhan.” Fajar Mungkin sudah pergi Tapi hujan tak kunjung jua pergi Tak ada payung, tak ada daun pisang Yang ada gedung bertingkat saling menghimpit gubuknya Tetiba ia bergumam lagi “Tuhan, aku masih punya kantung kresek. Akan kubungkus buku dan pakain sekolahku.” #skali lagi tentang seorang kanak-kanak  

Sore di Perempatan Jalan TALA-TALA

Sabtu sore di perempatan jalan Tala-tala Desa Bontoloe, aku dan Ayahku singgah untuk membeli beberapa ekor ikan yang dijajakan di sepanjang perempatan jalan. Sekitar 6 menit aku berdiri di depan salah satu pedagang lalu muncullah arak-arakan partai bernomor urut satu dengan warna dasar biru, iringan konvoi tersebut di dominasi oleh mobil-mobil pribadi yang muatannya teramat sesak, masing-masing menurunkan kaca mobil sembari mengacungkan telunjuk mengasumsikan angka 1.             Konvoi sore itu biasa saja, sudah teramat sering dilihat tapi yang membuat aku tertarik menulisnya ialah bagaimana masyarakat di sepanjang perempatan Bontoloe tersebut yang notabene adalah pedagang menanggapi kehadiran konvoi partai yang lewat. Tahukah anda, apa tanggapan masyarakat itu ? tanggapannya sungguh memalukan (setidaknya begitulah menurutku), “Uang! uang! uang! lempar uangnya!” mereka seperti dikomando untuk meneriakkan kata itu bersama-sama...

Anak-anak dan Impian Mereka

Bagi anak-anak, mimpi adalah alasan. Alasan untuk bangun setiap pagi dan berangkat ke sekolah meski hati masih enggan bangun dari tempat tidur. Alasan untuk tetap patuh pada orangtua atau gurunya. Alasan ia tetap tak kehilangan tawa dan candanya meski dalam keadaan serba sulit bagi orang dewasa. Impian anak sering terdengar sangat sederhana di telinga orang dewasa, mungkin karena kesederhanaannyalah sering tanpa sadar kita merenggut mimpi mereka dari peluang menjadi nyata. Padahal tahukah anda bahwa impian adalah hal yang benar-benar dimiliki oleh anak-anak kita, keberadaannya dalam diri anak-anak tidak dapat dicuri. Tahukah anda ? bila anak merasa impian mereka terancam. Maka ia akan punya alasan untuk tidak patuh. Impiannya akan berubah menjadi alasan negatif. Izinkan saya bercerita mengenai kekuatan Impian seorang anak. Ini terjadi di kampungku, seorang anak gadis dari keluarga petani penggarap sawah yang saat itu masih kelas enam SD mempunyai impian suatu saat ia akan kulia...

Love's Secret

Sebenarnya aku tak ingin orang-orang tau, Seperti apa rasanya perihku Termasuk Kau.. Tapi bagaimanalah, aku ini wanita Perasaanku akan serta-merta menjelma, dalam setiap laku Pun setiap sel dari tubuh ini, tak pernah mengingkari tuannya Sekalipun diamku mencoba meredam Lidah, kukelu-kelukan Tapi apa yang bisa kulakukan pada mataku ? Apa yang bisa kulakukan pada tanganku ? Atau adakah yang bisa menahan langkah-langkah kakiku ? Aku punya banyak cara, untuk bersembunyi darimu Aku punya banyak cara merahasiakan cintaku Tapi aku tak punya cara menyembunyikan lukaku Diamku bisa membahasakannya Apatah lagi hatiku, yang tidak pernah mengkhianati tuannya

SMS..

Ada sebentuk sort message service yang kuterima pukul 01:36 dinihari dari nomor yang tak kukenal, biar kutuliskan isinya karena sepertinya tulisan dalam sms itu seperti ditujukan khusus untukku (huu,, geer). Bahasanya seperti orang yang mengirimnya mengetahui apa yang berkecamuk dalam hatiku. Begini isinya- Ajari rasa yang kau miliki dengan jarak dan waktu sebab engkau masih dapat memiliki yang jauh darimu, tidak perlu menyalahkan rindu yang hinggap di bagian waktumu sebab yang terpenting engkau memandangnya agar bermanfaat bagimu… jangan tanya apakah ini perasaan, yang harus kita tahu pada Allah tempat terakhir.. pastikan semua cinta bermuara ke surga… Rindu...- sperti itulah isinya, pemilihan kataya sederhana tapi amat megena bagiku. Kira-kira siapa yah yang ngirim?