Langsung ke konten utama

Ada Indah di setiap Pindah



Oleh: Fatmawati Liliasari

Benarlah, ada indah disetiap pindah. Dengan pindah udara segar dari tempat baru dapat ditemui. Perasaan lega dapat dirasa karena hati akan terasa lebih luas. Tidak ada sumpek, tidak ada penat. Hanya luas.

Benarlah, ada indah disetiap pindah. Dengan pindah, pandangan kita terhadap tempat kita yang lama akan jauh lebih bijaksana, lebih baik. Bahkan kita dapat tertawa sekali-sekali ketika mengingat kenangan buruk dari tempat lama.

Benarlah, ada indah disetiap pindah. Ketika dulu dengan sempit kuyakini bahwa tidak akan kutemukan yang lebih baik sepertimu, tidak ada yang dapat membuatku jatuh cinta seperti dirimu. Kini setelah pindah, keyakinan itu berangsur-angsur tergeser oleh pemahaman baik bahwa yang kucari seharusnya memang bukan yang sepertimu, tetapi yang dapat membuatku utuh. Yang tetap mau berjalan bersamaku meski tanpa alas kaki ke arah yang sama.

Benarlah, ada indah disetiap pindah. Dengan pindah kita belajar menerima bahwa tidak semua hal-hal yang kita anggap baik, dapat dimiliki. Bahwa ada rumah yang pintunya senantiasa terbuka menanti kita pulang.

Himpunan, 16 Juni 2015
*Kepada Ar; setelah sebulan tidak bertemu muka. Kemarin siang kita saling melempar senyum tipis tanpa saling sapa. Kamu selalu seperti itu, selalu merasa cukup tanpa kata-kata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamu tahu nggak, sih?

Kamu tahu? Tidak ada wanita di dunia ini yang cukup sanggup untuk tidak menuntut status dan kejelasan. Karena dia harus memutuskan pada siapa hatinya yang satu dijatuhkan. Kamu tahu tidak? Setiap kali kamu bercanda soal 'kita', ada sejenis perasaan yang belum kudefenisikan muncul. Dadaku tiba-tiba nyeri, seluruh tubuhku nyeri. Seperti ada sesuatu yang kau ambil dariku. Aku sakit hati, tapi tidak tahu karena apa. Kamu tahu kan, kalau aku tidak pernah cukup mampu untuk mengutarakan perasaan lewat kata. Cuma nyaman mengutarakan segalanya dalam tulisan. Kalau aku diam ketika kau 'candai', boleh jadi saat itu aku sedang berjuang menguatkan diri, biar tak jatuh terduduk saking sakitnya. Ramsis, 14 Mei 2015

Laporan ilmu Tanah: Bulk Density

I. PENDAHULUAN 1.2 Latar Belakang Bobot isi tanah (Bulk Density) adalah ukuran pengepakan atau kompresi partikel-partikel tanah (pasir, debu, dan liat). Bobot isi tanah bervariasi bergantung pada kerekatan partikel-partikel tanah itu. Bobot isi tanah dapat digunakan untuk menunjukkan nilai batas tanah dalam membatasi kemampuan akar untuk menembus (penetrasi) tanah, dan untuk pertumbuhan akar tersebut. Nilai bulk density dapat menggambarkan adanya lapisan padat pada tanah, pengolahan tanahnya, kandungan bahan organik dan mineral, porositas, daya menggenang air, sifat drainase dan kemudahan tanah ditembus akar.   Besaran ini menyatakan bobot tanah, yaitu padatan air persatuan isi. Yang paling sering di pakai adalah bobot isi kering yang umumnya disebut bobot isi saja. Nilai bobot isi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya pengolahan tanah, bahan organik, pemadatan alat-alat pertanian, tekstur, struktur, dan kandungan air tanah. Nilai ini banyak dipergunakan da...

Presiden BEM KEMA FAPERTA UH, Dari Manaki'?

Sore di himpunan, barusan dapat kabar dari salah satu adik angkatan yang setiap datang ke himpunan pasti selalu bawa surat, Viona namanya. Katanya Presiden BEM kita baru saja datang. Entah, beliau dari mana saja. Setelah nyaris dua minggu menghilang dari peredaran, meninggalkan sekretariat BEM yang sedang direnovasi, dan seabrek kegiatan penting lembaga. Betapa sering kami mempertanyakan kehadirannya minggu-minggu belakangan ini. Sebab di beberapa kesempatan, beliau selalu diwakilkan oleh wapresnya untuk memberi sambutan pada kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan himpunan-himpunan di Fakultas Pertanian. Tak terhitung berapa kali kegiatan yang tak 'sempat' beliau hadiri (atau memang tak pernah menyempatkan diri?) di himpunan saya sendiri tak pernah sekalipun kegiatan kami yang beliau tampil memberikan sambutan. Rasanya percuma menulis surat 'Kepada Yth. Presiden BEM KEMA FAPERTA UH ', sementara yang selalu hadir adalah wakilnya. Kenapa tak sekalian langsung mengundang Wak...